Sabtu, 17 November 2012

Hidup adalah Anugerah Bagi Jiwa yang Ikhlas

Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan​ gunung.
Di musim kemarau merindukan​ musim hujan.
Di musim hujan merindukan​ musim kemarau.
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
Diam di rumah merindukan​ bepergian.
Setelah bepergian merindukan​ rumah.
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entreprene​ur supaya punya kebebasan waktu.
Begitu jadi Entreprene​ur ingin jadi karyawan, biar tidak pusing.
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan​.

Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/is​tri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/is​tri cantik, pengen yang biasa-biasa saja, bikin cemburu aja/takut selingkuh.​.
Punya anak satu mendambaka​n banyak anak.
Punya banyak anak mendambaka​n satu anak saja.
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, namun mengabaika​n apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?
‘Semoga kita menjadi pribadi yang yang senantiasa bersyukur dengan berkah yang sudah kita miliki’
‘Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil’
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran negatif.
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua.
Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas.

KISAH INSPIRATIF

POLISI WAJIB BACA !!! KISAH INSPIRATIF : Seorang Polisi Menilang Temannya


Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.
Priiiiiittt....!!!!!
Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.
Hati Jono agak lega.
Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Jon.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?”
Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.
“Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”
Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”
Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”
Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.
“Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)”.
Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan… ….
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.
Patuhilah Rambu Lalu Lintas Terutama Trafic Light, Inspirasi ini Untuk Saya, Anda, dan Kita Semua.O
 
DIKUTIP DARI

Sabtu, 10 November 2012

teks report

RABBITS

a rabbit is a small fury mammal with a short tail and pointed ears.rabbit live in burrows in the ground each burrow is the home of a single family. the first fossils which can be attributed to this family came from north america, but now they are found in every part of the world. compared to its small body, rabbit has large-sized ears.
a rabbit is a weak and timid animal and is always surrounded by many enemies. therefore, nature has gifted it with large ears to help it to hear even the fun of drop sound.the large area of the ear caiches almost every sound wave produted in the air and  transfers them into the inner ear. this makes the rabbit to detect its enemies in time and run to safety zones.
you must have noticed that a rabbit washes its ears by repeatedly licking its forepaws and rubbing them over the surface of its ears. it does this in order to keep its ears clean, and also to take into its mouth natural oil which surround the ear surface. this oil is important in forming vitamin D which is necessary for the growth     healthy bones if the rabbit is not allowed to form this, it will develop rickets

contoh rencana pembelajaran

s
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah                     : SD Negeri Bakung 2
Mata pelajaran      : Bahasa Indonesia
Kelas/semester     : IV/2
Alokasi waktu        : 2X35 menit
A.STANDAR KOMPETENSI
7.Membaca
Memahami teks melalui membaca intensif,membaca nyaring,dan membaca pantun.
B.KOMPETENSI DASAR
7.3 Membaca pantun anak secara berbalasan dengan lafal dan intonasi yang tepat.
C.INDIKATOR
§  Memberi contoh siswa membaca pantun anak secara berbalasan dengan lafal dan intonasi yang tepat dan menjelaskan isi pantun.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
§  siswa dapat membaca pantun anak secara berbalasan dengan lafal dan intonasi yang tepat dan dapat menjelaskan isi pantun.
v Karakter yang diharapkan :
§  Kreatif
E. MATERI
§  pantun yang di buat kelompok
F. METODE PEMBELAJARAN
§  Pemberian tugas
§  Demonstrasi
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
§  Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi :
-   Guru membagi siswa dalam kelompok untuk membaca pantun secara berbalas-balasan.

§  Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi,guru:
F  Siswa dapat membaca pantun anak secara berbalasan dengan lafal dan intonasi yang tepat dan dapat menjelaskan isi pantun.
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru:
F  Siswa kelompok 1 membacakan pantun 1,kemudian kelompok 2 membalasnya dengan membalasnya dengan membaca pantun 2 dan seterusnya.
F  Siswa menjawab pertanyaan tentang isi pantun.
& Konfimasi
Dalam kegiatan konfirmasi , guru:
F  Guru bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalah pahaman, mamberikan penguatan dan penyimpulan.
§  Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
F  Siswa menyerahkan hasil kerjanya untuk mendapatkan penilaian.
 H. Alat dan Sumber
§  Kumpulan pantun anak
§  Buku bina bahasa indonesia 4b










I.PENILAIAN
Nilai budaya dan karakter bangsa
Indikator pencapaian
Teknik penilaian
Bentuk instrumen
Contoh Instrumen
Kreatif:
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki
Membaca pantun secara berbalasan
Menjawab pertanyaan  tentang isi pantun
Teknik nontes: perbuatan
Bentuk: unjuk kerja produk
Instrumen:lembar kerja,daftar tugas, lembar penilaian unjuk kerja
Catatlah kata-kata sukar didalam pantun






Mijen, 3 maret 2012
Mengetahui
Kepala Sekolah



H. Sunardi,S.Pd
NIP:19591125 198304 1 001
MAHASISWA




Febri kurniawan
NIM:822113656




PERANGKAT PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA

MATA PELAJARAN :
BAHASA INDONESIA

KELAS    : IV (EMPAT)
SEMESTER : 2(DUA)


Disusun oleh :
Febri Kurniawan
NIM. 822113656

SD NEGERI BAKUNG 2


UPTD DIKPORA KECAMATAN MIJEN
KABUPATEN DEMAK



Contoh Pidato Anti Narkoba


Contoh Pidato Anti Narkoba
Assalamu’alaikum Wr Wb
Yang terhormat kepala sekolah
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru serta staf Tata Usaha
Dan teman-teman yang saya cintai
Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul disini dan pada hari ini saya akan menyampaikan pidato tentang Narkoba.
Di Indonesia jumlah pengguna narkoba begitu besar, karena lemahnya penegakan hukum di Indonesia para pengedar internasional dapat bekerja sama dengan warga negara Indonesia dan memperoleh keuntungan yang besar. Penyalahgunaan Narkotika dan zat aditif lainnya itu tentu membawa dampak yang luas dan kompleks. Sebagai dampaknya antara lain perubahan perilaku, gangguan kesehatan, menurunnya produktivitas kerja secara drastis, kriminalitas dan tindak kekerasan lainnya.
Penyalahgunaan narkoba dapat dicegah melalui program-program diantaranya mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, tidak bergaul dengan pengguna atau pengedar narkoba, tidak mudah terpengaruh ajakan atau rayuan untuk menggunakan narkoba. Pengguna narkoba biasanya lebih didominasi oleh para remaja dan anak sekolah.
Sekolah juga memberikan penyuluhan kepada para siswa tentang bahaya dan akibat dari penyalahgunaan narkoba melalui Guru BP, diskusi yang melibatkan para siswa dalam perencanaan untuk intervensi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah. Program lain yang cukup penting adalah program waspada Narkotika dengan cara mengenali ciri-ciri siswa yang menggunakan narkoba, mewaspadai adanya tamu yang tak dikenal atau pengedar, melakukan razia dadakan.
Biasanya pengedar maupun pemakai di sekolahh telah paham betul program-program disekolah untuk pencegahan pengguna atau pemakai disekolah, mereke tentu saja mengantisipasinya dengan sebaik yang mereka bisa. Sepintar apapun kiat mereka, ibarat sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Jurus-jurus jitu menghindari deteksi sekolah memang mereka kuasai, tapi mengingat sifat narkoba yang adiktif dan menutut dosis yang lebih tinggi maka disiplin cara aman akan terkuak juga
Untuk itu marilah kita hindari dan jauhi serta ikut memberantas penggunaan narkoba. Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan apabila ada kesalahan dalam bertutur kata, saya mohon maaf. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan saya akhiri.
Wassalamu’alaikum WrWb